HIPSI
Home » Berita » Santri Dihimbau Menjadi Pengusaha Profesional

Santri Dihimbau Menjadi Pengusaha Profesional

Oct
20
2013
by : lkhakim . Posted in : Berita, Berita HIPSI Wilayah

ngaji-entrepreneur-dahlan-iskanSLEMAN – Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan ceramah di Pondok Pesantren Ar Risalah di dusun Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, kemarin (18/10). Dalam kesempatan itu, hadir pula beberapa perwakilan perusahaan BUMN seperti PT Telkom, Bank Mandiri Syariah, dan Jasindo yang bergerak di perusahaan asuransi serta Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) DIJ.
Dahlan Iskan mengatakan, jika mengambil dari kisah Nabi, tentu jiwa enterprenership sudah ada sejak dulu. Sehingga para santri di kehidupan saat ini, harus menjadi hak waris atas apa yang dulu dilakukan para nabi. “Nabi saja berdagang, santri juga harus mencontohnya. Saya kira kalian (santri) adalah orang yang berhak mewarisi jiwa pengusaha itu,” kata Dahlan.
Lebih lanjut Dahlan menegaskan pada umumnya paradigma kepercayaan bahwa untuk menjadi pengusaha, harus memiliki darah pengusaha. Hal itu tidak menjadi acuan. Menurut Dahlan, mereka para pengusaha bukan dilihat dari darah keturunan para pendahulunya, namun lebih pada intensifnya komunikasi dan lingkungan sosial pada ranah enterprenership. “Jangan ada anggapan seperti itu. Itu harus dikubur dalam-dalam. Mereka para pengusaha bukan darah pengusaha, tapi karena ketularan,” pungkasnya.
Sebagai ilustrasinya, Dahlan mencontohkan kehidupannya dulu. Dengan latar belakang keluarga yang pas-pasan, tentu secara kasat mata sosok Dahlan tidak mungkin menjadi pengusaha. Namun karena ia masuk dalam lingkungan yang memiliki visi misi kuat tentang jiwa usaha, sehingga ia bisa menjadi pengusaha yang bukan berawal dari latar belakang pengusaha. “Jangan pernah berfikir seperti itu. Kuncinya, tekun dan yakin jika kalian (santri) bisa menjadi pengusaha,” jelasnya
Sementara itu Ketua HIPSI Indonesia Gus Ghozali mengatakan, pembelajaran bisnis kreatif perlu ditanamkan sejak dini. Apalagi bagi mereka para santri, tidak hanya melaksanakan kewajibannya belajar ilmu agama, studi bisnis kreatif perlu dilakukan sehingga dapat menciptakan sumber daya manusia yang siap menghadapi gempuran globalisasi. “Untuk Jogja, orang-orangnya cukup kreatif. Saya melihat potensi industri kreatifnya sangat tinggi. Banyak yang sudah mulai sukses,” kata Ghozali.
Lebih lanjut Ghazali menambahkan, bagaimana santri kedepannya tidak hanya menjadi pekerja, namun yang terpenting bisa menciptakan lingkungan pekerjaan. Secara khusus, ia melihat di Jogja banyak produk yang bagus. Melihat potensi itu, lanjutnya, HIPSI pun siap memberikan stand untuk menjual produknya. Dengan demikian para santri bisa menjajakan produknya. “Santri Indonesia 10-20 tahun kedepan bisa menjadi pengusaha profesional,” pungkasnya. (jpnn/sad)

hipsi@point336x180

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

HIPSI
Ruko Tapaan Business Center
Jl. Ir Juanda Km 1 Pasuruan, Jatim
Phone 0343-7781083 / 085850313882
Copyright © 2013
Clean
Last scanned on:
2015-01-19 02:40:27
UA-39409742-1