HIPSI
Home » Berita » Optimalisasi Program dan Restrukturisasi Koperasi HIPSI Jatim

Optimalisasi Program dan Restrukturisasi Koperasi HIPSI Jatim

Sep
18
2014
by : lkhakim . Posted in : Berita, Kegiatan HIPSI

Pesantren EntrepreneurBATU – Pada Minggu 14 September seluruh pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Jawa Timur dan Pusat berkumpul di Kabupaten Batu, Kawasan Desa Junrejo. Lokasi pertemuan tidak lain adalah tempat dilaksanakan pilot project Santri Enterpreneur. Pertemuan tersebut dilaksanakan untuk membenahi pembentukan Koperasi HIPSI Jatim dan membahas hal positif lainnya terkait penciptaan sejuta santri pengusaha.

Hadir dalam pertemuan tersebut sebagian besar pengurus HIPSI kabupaten/kota seluruh Jatim. Tak ketinggalan pengurus HIPSI Pusat juga turut serta dalam pertemuan itu. HIPSI Jatim juga mengundang sejumlah pembicara mengenai koperasi dan produk yang dapat menjadi brand dan memperkuat keberdaan HIPSI di kancah perekonomian regional maupun nasional.

Ketua HIPSI Jatim Sulaiman mengungkapkan, pertemuan tersebut tidak lain adalah untuk kembali memperkuat koordinasi antarpengurus HIPSI Jatim dan Pusat. Isi pertemuan di antaranya adalah peluncuran kartu anggota HIPSI yang multiguna dan presentasi cara penggunaannya. Kemudian menjelang siang acara dilanjutkan dengan pembahasan pembenahan pembentukan koperasi.

Dalam pembahasan mengenai koperasi tersebut disepakati nama Ketua Koperasi HIPSI Jatim, Maida. Disepakatinya Maida sebagai ketua koperasi diharapkan dapat mempercepat pembentukan kepengurusan koperasi HIPSI Jatim agar secara cepat juga bisa segera menangkap sejumlah peluang yang bisa dikerjakan oleh koperasi tersebut.

Maida adalah perempuan asal Sidoarjo yang selama ini bergerak di bidang konsultan manajemen di Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur. Dengan berbagai pengalamannya menangani berbagai sistem manajemen koperasi dan UMKM Jatim diharapkan bisa membawa Koperasi HIPSI Jatim dan HIPSI Jatim mencapai tujuan menciptakan sejuta pengusaha santri dan turut menyejahterakan masyarakat melalui pertanian dan peternakan.

Untuk mendukung percepatan Koperasi HIPSI Jatim, hadir dalam pertemuan di Batu tersebut Ketua Pusat Koperasi Mabes TNI, Andre. Pada hadirin Andre menerangkan tentang penguatan brand koperasi berdasarkan pengalamannya serta upaya-upaya yang bisa dilakukan HIPSI agar koperasinya bisa berkiprah dengan baik.

Hadir juga Asep, Herbalis asal Sunda yang kini bermukim di Bali. Dalam paparannya Asep mengusulkan agar Koperasi HIPSI Jatim dengan berani membangun brand organik. ”Bangun brand organik maka Koperasi HIPSI akan dikenal dengan baik di tengah maaknya penggunaan bahan kimia di berbagai produk,” tegas Asep.

Di akhir pembicaraan mengenai koperasi disepakati nama Koperasi HIPSI Jatim adalah “Koperasi Saudagar”. Pembentukan pengurus dan badan hukum akan segera dilaksanakan usai pertemuan tersebut.

Konsentrasi Produk Organik

Dari pembahasan koperasi muncul gagasan untuk HIPSI agar konsentrasi pada produk pertanian dan peternakan berbasis organik. Sebab, berbagai produk pertanian dan peternakan dan lainnya kini sebagian besar sudah terpapar bahan-bahan kimia. HIPSI hendak mengajak masyarakat agar lebih peduli kesehatan dengan penggunaan produk organik.

Produk organik adalah berbagai hasil pertanian, peternakan atau produk lain yang terhindar dari bahan-bahan kimia. Pada pertanian misalnya terhindar dari berbagai pupuk atau pestisida mengandung bahan kimia. Di bidang peternakan, seluruh hewan ternak diberi asupan makanan tanpa campuran kimia.

”Jika HIPSI mampu mengajak masyarakat menyadari tentang betapa bahayanya bahan-bahan kimia dengan menyajikan berbagai produk organik, maka HIPSI aan dikenal,” ujar Asep, Herbalis dari Bali. Menurut dia, produk organik bisa dengan cepat meneguhkan keberadaan HIPSI dalam kancah perekonomian nasional.

Gagasan berkonsentrasi pada produk organik mendapat dukungan penuh dari Ketua HIPSI, Gus Ghozali. Dia berharap gagasan itu bisa segera terwujud. Selain untuk menyadarkan masyarakat akan kesehatan dan menyehatkan masyarakat, produk-produk organik juga bisa menyejahterakan petani. Sebab, dengan pola pertanian organik, petani akan mengurangi ketergantungannya pada pupuk-pupuk kimia. “Selain itu dengan kian berkembangnya HIPSI, maka tujuan untuk memperbanyak santri pengusaha akan segera terwujud. (nara)

hipsi@point336x180

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

HIPSI
Ruko Tapaan Business Center
Jl. Ir Juanda Km 1 Pasuruan, Jatim
Phone 0343-7781083 / 085850313882
Copyright © 2013
Clean
Last scanned on:
2015-01-19 02:40:27
UA-39409742-1