logo

5 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menentukan Lokasi Bisnis Startup

Memulai bisnis startup gak cuman melulu soal ketersediaan teknologi canggih. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membuka bisnis ini. Beberapa diantaranya adalah sumber daya manusia dan penempatan lokasi usaha.

Mungkin masih banyak yang berpikiran bahwa lokasi gak terlalu menentukan untuk bisnis rintisan. Karena menyewa atau membeli sebuah tempat usaha yang strategis tentu sangat menguras modal. Dari pada menyewa tempat yang mahal, mending memperbarui teknologi yang ada.

Betul sih, tapi jika kita memilih lokasi yang tepat, dalam jangka panjang hal itu bisa mengefisienkan kegiatan kerja. Misalnya, ada dua startup, satu menyewa sebuah ruko atau rumah kecil di tengah kota, walaupun mahal, dan yang satunya memilih untuk menyewa rumah atau ruko murah di pinggiran kota.

Secara pengeluaran mungkin lebih hemat startup kedua, tapi dari segi aksesibilitas, startup pertama lebih diuntungkan. Pasalnya, mereka dapat lebih mudah bertemu dengan klien-klien yang sebagian besar berada di tengah kota. Ongkos transportasi juga jadi murah dan tidak ribet.

Jadi, cobalah untuk kembali menaruh permasalahan lokasi, sebagai salah satu hal penting dalam memulai bisnis startup. Tapi kamu pasti bingung deh lokasi seperti apa memangnya yang tepat?


1. Lokasi bisnis startup harus dekat dengan kantor perizinan

Mereka yang baru memulai bisnis startup tentu harus memenuhi beberapa regulasi yang ditetapkan di suatu negara, termasuk di Indonesia. Perizinan bisa didapatkan di instansi-instansi pemerintahan lokal seperti salah satunya adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo). Artinya, kalau kamu berdomisili di Jakarta, pilihlah lokasi usaha di Jakarta Pusat atau Jakarta Selatan. Sebab, di sana kalian akan lebih mudah untuk menuju ke Balai Kota, atau kantor-kantor lainnya.

Mengurus perizinan juga bukanlah perkara cepat. Kamu bakal membutuhkan waktu berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun kalau birokrasinya lama. Oleh karena itu, sangat efisien kalau kamu sering bolak-balik. Kalau bisa sih, yang dekat dengan fasilitas transportasi umum, seperti busway, atau kereta.


2. Akses yang mudah ke pemodal

Meskipun memulai bisnis startup bisa diawali dengan modal yang ringan, kalian juga harus memutar otak untuk mendapatkan modal yang besar. Salah satu caranya adalah dengan mengajukan pinjaman ke bank, investor, atau pihak manapun yang bersedia meminjamkan uangnya untuk startupmu. Nah kamu harus memerhatikan ini dalam menentukan lokasi bisnismu. Usahakan yang dekat dengan mereka agar segala proses pencairan dana menjadi lebih efektif dan efisien.

Ketika pemodal sepakat menaruh uangnya di perusahaanmu tapi kamu lama untuk datang ke tempat mereka, bisa-bisa perjanjian tersebut dibatalkan. Bisa saja sih kamu mengatur jadwal dan berangkat lebih awal agar sampai tempat tujuan. Tapi, kalau jarakmu jauh dengan mereka ya memakan waktu juga.


3. Dekat dengan bisnis lainnya

Bisnis lainnya di sini bukan berarti kamu harus berdekatan dengan kompetitor, melainkan bisnis-bisnis di bidang lain yang menunjang karyawanmu. Salah satu yang terpenting adalah dekat dengan bisnis kuliner atau warung makan. Karena setiap hari pasti kita membutuhkan makan, lokasi yang dekat dengan tempat makan bikin kita lebih menghemat waktu. Kalau jauh kan malas juga, mesti naik kendaraan dulu atau mesen layanan ojek online yang kadang datangnya lama.

Hal ini juga demi kenyamanan klien yang nantinya bakal berkunjung ke bisnis startup milikmu. Kamu jadi punya tempat lain selain di dalam kantor untuk mengadakan meeting, misalnya di kafe terdekat.

Satu lagi yang penting adalah pusat kebugaran. Rata-rata pekerja kantoran gak punya waktu banyak untuk berolahraga. Waktu mereka lebih banyak dihabiskan di kantor dan di perjalanan pulang pergi dari rumah ke kantor. Untuk lebih menghemat waktu mereka, ada baiknya cari kantor yang dekat dengan pusat kebugaran. Jadi ketika jam pulang kantor selesai, mereka dapat dengan mudah dan cepat untuk berolahraga.

 

4. Insfrastruktur dan fasilitas bangunan yang memadai

Jangan asal sewa atau beli bangunan saja. Cek dulu perlengkapan dan kualitas insfrastrukturnya, apakah memadai untuk sebuah bisnis startup atau tidak. Kalau misalnya bangunan tua lebih baik jangan dibeli atau disewa, karena kalian akan mengeluarkan uang lebih lagi untuk merenovasinya.

Periksalah jaringan internet di lokasi tersebut. Kadang ada beberapa spot lokasi yang sangat lemah dalam penerimaan sinyal internet. Tentunya hal ini bisa menghambat proses kerja bisnismu. Perhatikan juga layanan listrik, dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya.
Agar lebih meyakinkan dan gak salah pilih, undang insinyur independen untuk mengecek kelayakannya.


5. Harga sewa atau beli yang sesuai dengan bujet


Tentunya yang paling utama dalam penentuan lokasi adalah bujet. Mengingat bisnis startup adalah rintisan, ketika modal masih kecil cobalah cari bangunan yang memiliki biaya sewa rendah. Karena saat memulai kamu membutuhkan banyak pengeluaran untuk pos-pos lainnya. Misal untuk pengadaan teknologi, membayar karyawan, hingga biaya marketing yang membutuhkan banyak bujet.

Siapkan anggaran untuk biaya sewa dan carilah tempat yang sesuai dengan bujet. Kalau melebihi bujet, bisa kamu potong dari anggaran lainnya. Bisa memotong anggaran petugas kebersihan, jadi kamu ajak seluruh karyawan untuk menjaga kebersihan masing-masing.

Tapi ketika bisnis kamu sudah mulai berkembang besar dan dikenal banyak orang. Segeralah cari lokasi yang memadai dengan fasilitas penunjang yang lengkap.

Itu tadi 5 hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan lokasi untuk membangun bisnis startup. Jangan sampai salah pilih, karena tempat usaha bukanlah hal yang murah. Ketika kamu sudah menyewa atau membeli bangunan, tapi ternyata tempatnya gak cocok, kan sayang uang yang udah kamu keluarkan. Jadi pertimbangkan masak-masak sebelum memutuskannya ya! Biar usahamu juga bisa berkembang dengan cepat.

 

 

 

Source : moneysmart

Tags: start up, lokasi, bisnis,

Tinggalkan komentar disini