logo

PCINU Jepang Sukses Gelar Muslimpreneur 2018

Bertempat di Balai Indonesia SRIT, Tokyo, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang sukses menggelar acara Muslimpreneur 2018, Ahad (5/3). Kegiatan yang diawali dengan lantunan shalawat Nabi dengan iringan permainan musik group rebana ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai daerah di negara Jepang. 

Ketua PCINU Jepang Miftakhul Huda mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan syiar NU di Negara Sakura ini dan akan menjadi ikon program tahunan PCINU Jepang.

“Saat ini kegiatan ke-NU-an seperti majelis Yasin dan majelis shalawat dapat terlaksana di seluruh daerah di Negara Jepang. Badan Otonom dan Lembaga NU juga aktif berkiprah seperti Muslimat NU, Lazisnu, Lakpesdam, LPPT, LMTI dan LDKI NU Jepang,” jelasnya.

Kegiatan Muslimpreneur 2018 kali ini dibuka oleh Ketua Umum KMII Jepang M. Abas Ridwan yang juga merupakan Wakil Kepala Perwakilan KBRI Tokyo. Pada kesempatan tersebut Abas mengungkapkan bahwa di Jepang saat ini terdapat lebih dari 27.000 warga Indonesia yang terdiri dari sekitar 20.000 tenaga kerja magang dan 7.000 mahasiswa. 

Ia berharap setelah kepulangan warga negara Indonesia dari Jepang dapat menjadi Enterpreneur (pengusaha) yang akan meningkatkan taraf perekonomian di Indonesia. 

Kegiatan Muslimpreneur 2018 ini juga diisi dengan Talk Show yang menghadirkan dua orang wirausahawan sukses asal Indonesia di Jepang. Mereka adalah Ediyanto, seorang pengusaha batik tulis asal Madura dan Muhammad Anwar, Founder Spirit Baru Internasional Co. Ltd yang sukses menjalankan usahanya dengan rata-rata omset mencapai 38 Milyar perbulan.

Selain Talk Show, Muslimpreneur 2018 PCINU Jepang juga menggelar tabligh akbar yang menghadirkan Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama KH Muhammad Nur Hayid dan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus. 

Dalam mauidzah hasanahnya, KH Muhammad Nur Hayid yang juga merupakan Sekjen HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia) ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW berbisnis dengan cara-cara yang baik. 

“Nabi Muhammad SAW selalu jujur dalam berbisnis. Rasulullah selalu menjelaskan apa adanya keunggulan dari barangnya dan juga kelemahan dari barangnya tersebut. Hal lainnya dari bisnis ala nabi adalah selalu sopan santun dan menghormati pelanggan, tepati janji, tidak jual produk yang buruk, tidak menjelekkan bisnis orang lain, tidak menimbun barang dan membayar upah para pekerja secara tepat waktu,” jelas pria yang akrab disapa Gus Hayid ini.

Gus Hayid menekankan bahwa Nabi Muhammad juga melakukan bisnis dengan tidak mengganggu ibadah. Oleh karena itu sebagai umatnya, umat Islam harus bisa meneladani dan menerapkan akhlak berbisnis Nabi di zaman sekarang. 

Gus Hayid juga menekankan bahwa pada zaman dulu, dengan segala keterbatasannya, Nabi dan para sahabat mampu menjadi pebisnis handal dan kaya raya. Apalagi zaman sekarang dengan segala teknologi yang ada, umat Islam harus bisa meneladani Nabi dan mampu menjadi umat yang unggul secara ekonomi.

Sementara itu Habib Novel bin Muhammad Alaydrus yang akrab disapa Habib Novel memaparkan materi bertajuk Bisnis Sukses Dunia Akhirat. Menurutnya, untuk sukses berbisnis dunia akhirat perlu memupuk sikap yang tidak keduniaan. 

“Bisnis ala Islam tidak berorientasi kepada keuntungan semata. Bisnis ala Islam harus untuk kemaslahatan umat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Habib Novel menceritakan bahwa Rasulullah selalu mengajarkan untuk memilah dan memilih mana produk yang baik dan mana produk yang buruk. Bahkan Rasulullah menurutnya tidak pernah menjual produk dengan kualitas rendah atau tidak pantas untuk dijual. Oleh karena itu Rasulullah dapat selalu menjaga mutu barang-barang yang dijualnya dengan harga lebih murah dari pedagang lainnya. 

“Jangan banyak mikir, yang penting tekun dan pantang menyerah, hasilnya serahkan kepada Allah SWT. Keyakinan kepada Allah SWT ini yang paling penting. Bergantung dan selalu berzikir kepada Allah, insya Allah akan memberi jalan kepada kesuksesan kita,” pungkasnya. (Red: Muhammad Faizin)

Sumber : http://www.nu.or.id/post/read/86861/pcinu-jepang-sukses-gelar-muslimpreneur-2018

Tinggalkan komentar disini